Cari apa sih ?

Tampilkan postingan dengan label ekonomi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label ekonomi. Tampilkan semua postingan

Senin, 08 Desember 2014

Supir angkot : kita harus naikan harga agar tak rugi !

Oki Nanda - BekasiJauh


Imbas kenaikan BBM dirasakan semua lapisan masyarakat, harga harga naik, begitu juga dengan tarif angkutan umum.
Gunawan, seorang supir angkot 02 jurusan pondok bambu rawamangun menegaskan bahwa dia harus menaikan tarif nya agar tak merasa merugi.
“naik sebesar 30% pertimbangan nya yang bisa 2000 jd 3000 agar kami tak merasa rugi”
Namun disamping itu, Gunawan pun mengerti alasan kenaikan BBM yang dilakukan oleh pemerintah
“Kenaikan bbm tergantung pada pemerintah nya sendiri, mungkin pemerintah menaikan untuk pemasukan kas Negara agar lebih besar” ujar Gunawan saat ditemui di warkop daerah Rawamangun

Gunawan pun menambahkan respon masyarakat sangat beragam terhadap kenaikan tarif ini , “Penumpang yang mengerti ya tidak apa apa, tapi juga ada yang protes, tapi pada akhir nya mereka terima”

BBM naik, Harga warteg naik 5%

Oki Nanda - BekasiJauh



Harga BBM yang baru saja naik beberapa waktu lalu mengundang banyak dampak bagi seluruh lapisan masyarakat, tak terkecuali warteg
Sumaryono, seorang pemilik warteg di daerah cipinang muara tidak begitu merasa keberatan dengan kenaikan harga BBM ini.
“Saya sih setuju aja agar menjaga keuangan Negara , Kalo ga dinaikan Negara bakal bangkrut, kalo ga di naikan ya nanti kas Negara bisa jebol.”


Pemilik warteg di daerah Cipinang Muara merasa harus menaikan tarif makanan di warteg nya akibat kenaikan BBM ini


“Saya sih belum naikin, tapi saya bakal naikin kira kira 5%   karena ya di pasar juga udah pada naik semua. Respon pembeli ya paling kaget pada awal nya, tapi ya mereka pasti ngerti lah”

Tak semua lapisan masyarakat kontra dengan kenaikan BBM

Oki Nanda - BekasiJauh



Jakarta - Langkah untuk menaikan harga BBM telah diambil presiden Joko widodo meskipun sangat beresiko. Namun tidak semua lapisan masyarakat kontra dengan keputusan bapak presiden ke 7 ini.

“ya saya tidak tau pasti ya, Kalo emang sesuai dan pertamax tidak berbeda jauh harga nya ya tak terlalu berpengaruh, tapi kasian juga dengan angkutan umum, dan mungkin kenaikan ini untuk menutupi utang negara” ujar Taufik salah satu pegawai di Pertamina di bilangan Jakarta timur.


“Ya masyarakat kecil ya was was juga ya tertekan dengan bbm yang naik pasti semua nya serba naik juga” tambah Taufik saat di tanya tentang reaksi masyarakat